Tulisan Rese

Oleh: Arif Furqon

Aku punya kisah teman, meski sebatas khayalan. Entah lucu, haru, miris, sangar, jijik, aneh, atau apapun kisah ini dianggap. Monggo disimak.

Pada awal tahun ajaran baru, di saat mahasiswa baru berkeliaran, banyak pegiat organisasi mencari anggota baru untuk meneruskan langkah, lompat, laju perpindahan estafet organisasinya. Tentu tidak semua dari pegiat itu takut atau minimal khawatir manakala pada gilirannya menyerahkan tongkat estafet itu pada si penerus, ternyata zonk. Tidak ditemui seorang pun yang mampu bahkan mau mengembannya. Jika demikian, pembawa tongkat estafet terakhir harus siap dikutuk untuk membusuk bersama tongkat estafet itu. Namun di antara pegiat itu ada sekelompok mahasiswa yang sama sekali tak menghiraukan kegelisahan ini.

Mereka yang terakhir disebut ternyata anggota di satu organisasi yang sama. Di saat semua pegiat gencar mencitrakan diri se-dewa mungkin, mereka hanya menjalankan rutinitas kupu-kupunya. Setelah semua organisasi menyelesaikan rangkaian penerimaan anggota baru, dengan hasil jerih payah luar biasanya, lalu masing-masing menganggap sukses dirinya, barulah sekumpulan kupu-kupu tadi melakukan sosialisasi kepada mahasiswa baru.

Betapa kagetnya semua pegiat organisasi terhadap sekumpulan kupu-kupu ini. Di luar dugaan, anggota baru yang bisa mereka dapatkan begitu banyak. Sepersepuluh pun anggota yang didapatkan masing-masing pegiat tidak sampai, jika dibandingkan para kupu-kupu. Bahkan begitu banyak mahasiswa yang sebelumnya tidak mampu dijangkau oleh para pegiat meski telah dipepet dan diiming-imingi surga maupun kejayaan ternyata bisa bergabung di organisasi para kupu-kupu.

Karena penasaran salah satu pegiat organisasi menanyakan rahasia fenomena tersebut kepada tokoh sentral sekumpulan kupu-kupu itu. Tidak paham dengan maksud pertanyaan-pertanyaan sang pegiat, si kupu-kupu menanggapinya dengan gurauan. Sang pegiat terus mendesak si kupu-kupu untuk menjelaskan rahasia suksesnya rekrutmen yang dilakukan para kupu-kupu. Akhirnya si kupu-kupu itu menyampaikan proses rekrutmen yang telah dilakukannya.

Kupu-kupu:         Jadi kami tidak ada skenario aneh-aneh apapun mas. Kami telat rekrutmennya ya karena teman-teman malas saja. Terus kok bisa banyak anggota barunya? Ya jangan tanya saya mas. Tanya anggota barunya aja yang mau gabung. Tapi kalo mas benar-benar mendesak saya, ya gimana lagi. Saya ceritakan aja gimana teman-teman saya melakukan rekrutmen. Mungkin mas bisa nemu jawabannya sendiri nanti. Awalnya temen-temen sosialisasi ke kelas-kelas seperti umumnya organisasi. Di sosialisasi yang pertama, kami sampaikan deskripsi, sejarah, prestasi, terus apa ya, itu aja mas. Habis itu audien dipersilahkan bertanya. Semua diam. Hampir kami akhiri sosialisasinya karena tidak ada yang tanya. Tapi seorang maba mengangkat tangannya. Ternyata dia tanya alasan saya ikut organisasi ini, karena kebetulan saya yang mimpin sesi tanya jawab. Ya spontan saya jawab kalo saya ikut karena organisasi ini asyik aja. Saya malas jawab panjang lebar. Eh dia tanya lagi, maksudnya asyik itu yang bagaimana? Males mikir, saya jawab pokoknya gak ribet dan santai. Dia lalu berdiri dan ngomong kalau jawaban saya abstrak dan menggambarkan tidak jelasnya organisasi yang saya ikuti. Saya dan teman-teman tertawa mendengar responnya. Karena benar yang dia bilang. Hahaha. Akhirnya saya timpali responnya. Saya bilang kalo dia benar, terus apa masalahnya. Ya karena tidak jelas, santai, tidak ribet, akhirnya saya ikut organisasi ini. Saya perjelas kalau enaknya ikut organisasi yang tidak jelas ini adalah kita bisa meninggalkannya kapan pun kita mau. Lah habis itu seisi ruangan…

Pegiat:                   Hahahahahaahasu lololololololl (memotong penjelasan si kupu-kupu).

Kupu-kupu:         “Boh kenapa mas? Ada yang lucu?”

Pegiat:                   “Nggak bro, lanjutin aja.”

Kupu-kupu:         “Serius? Okedah. Jadi habis itu semua yang ada di kelas tertawa. Ya kayak mas gini. Saya tanya ada yang lucu? Gk ada respon. Terus sosialisasinya diakhiri karena gak ada yang tanya lagi. Tapi pas temen-temen mau keluar ada yang tanya formulir pendaftarannya ambil di mana? Karena temen-temen sebelumnya udah nyiapin formulir, ya saya bilang ambil di sekretariat bisa, kalau mau saat itu juga boleh. Eh ternyata hampir separuh audien mengisi formulir saat itu juga. Lah sosialisasi selanjutnya di kelas-kelas yang lain saya langsung sampaikan alasan saya ikut organisasi ini termasuk yang sampean tertawakan tadi. Situasinya gak jauh beda sama yang pertama, alhasil ya begitu mas, banyak banget yang ikut organisasi saya.”

Pegiat:                   (Geleng-geleng kepala) “Mahasiswa jaman sekarang, hahahahaha… “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s