Di Tengah Kebobrokan

Oleh: Arif Furqon

Tidak asing istilah pengkhianatan terdengar olehku. Beberapa kali disampaikan dengan bisikan yang penuh tekanan, dilain waktu melalui teriakan, bahkan umpatan yang menggelegar. Sungguh kata mujarab untuk mendiskreditkan dan mengintimidasi. Memperjelas garis-garis kaku permusuhan dan kebencian. Kepedulian telah terkikis habis dihadapannya. Aku, yang hanya cuilan debu diantara entah berapa jumlah debu, masih bisa dengan jelas melihat luka-luka sayatan istilah kejam ini. Aduh, memang sakit disayat olehnya!

Laku wadah hanya imajinasi, namun selalu saja dipelototi. Laku isinya sungguh nyata, namun sering mereka lupa. Wadah kotor sama dengan isi yang kotor. Isi bersih harus ditaruh wadah bersih. Kalau wadah kotor isi bersih, salah! Wadah bersih tapi isi kotor, tiada guna! Aku, yang hanya kotoran isi, bahkan tidak merasa pernah layak menjadi isi telah berkali-kali dianggap kotor karena wadahku yang kotor. Aku bersyukur aku kotoran. Karena aku bukan variabel, proposisi, konsep, aktor, tokoh, teori, dan sebagainya. Ampas, aku hanya ampas. Tidak peduli aku dianggap kotor karena wadahku yang kotor, toh aku tanpa wadah memang kotor. Tidak masalah jika wadahku bersih namun isinya kotor sehingga tidak berguna ia, toh aku hanya kotoran dari isi yang kotor.

Sekarang. Saat pengkhianatan dengan mudahnya dilempar-lempar. Serampangan menyayat apapun yang dilewatinya. Saat wadah dan isi lupa jati dirinya. Tidak jelas mana yang bersih mana yang kotor. Bukankah menjadi cuilan debu sudah terlalu besar untuk berhadapan dengan teriakan luka-luka yang diakibatkan istilah pengkhianatan? Bukankah menjadi kotoran isi menjadi alternatif terbaik untuk membangun kesadaran atas jati diri?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s