Ingatan

cuk2

Oleh: Sirril A’la

Babak I

Disebuah kamar terdapat kasur kosong dengan jam dinding diatas kursi. Sudah sekian lama Soekarno membiarkan kasur dalam kamar itu tak disentuh, dingin, kaku, terlihat rapuh. Kasur menjadi sosok yang sangat sepi diantara jam dinding dan malam hari, ketika embun pagi menyapa shubuh, sudah tak ada lagi yang beranjak dalam kasur tua itu. Inggit seorang diri tak ada lagi keturunan selamanya, dengan sebuah jam dinding.

Ir. : Perempuanku

Inggit : (menyentuh kasur)

Ir. : Jam berapa sekarang?

Inggit : (melihat jam dinding)

Ir. : Kapan kita mempunyai keturunan?

Inggit : (menghampiri jam dinding)

Ir. : Sampai kapan jam dinding itu kau sentuh?

Inggit : (memeluk jam dinding)

Ir. : Sudahlah

Inggit: : (meratapi jam dinding, mengeluarkan air mata)

Ir. : Perempuanku

Inggit : (menangis sambil memeluk jam dinding)

Ir. : Kala hujan gerimis bagai bunyi tambur mainan anak-anak peri dunia yang gaib, dan angin mendesah. Wahai, Inggit. aku cinta kepadamu!. Kutulis surat ini kala langit menangis, dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam. bagai dua anak nakal jenaka dan manis. mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya. Wahai, Inggit!. kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya ke bumi. Ijinkan aku menikah lagi.

Inggit : Iya (melipat kasur)
Jam dinding dan kursi masih berdiri menunggu ditempat yang sama. Setiap detik ditempat itu merekam kejadian bersejarah antara kasur dengan jam dinding itu, dan juga sebuah kursi tempat duduk perempuan lain. malam mulai gelap, pagi datang, sore ikut menampakkan diri, lalu malam berulang kembali.

Ir. : Perkenalkan wahai matahari Indonesia! ini adalah Fatmawati seenggok rembulan malam hari. bersinar melalui cahayamu. Dia akan menemaniku diatas terikmu, menggapai kemerdekaan esok hari, sujud diatas tanah kelahiran, berdarah-darah agar matahari tetap terik. Wahai Indonesia! Demi rembulan yang bersinar, aku akan menginjak duri mawar merah dengan kakiku sendiri. Duhai Fatmawati ambilkan darah pribumi disana akan kuteguk darah itu demi Indonesia yang lebih gagah, temani aku, akan merdeka bangsa ini.

Fat : Suatu kehormatan (melihat Indonesia)

Ir. : Temani aku

Fat : Sampai kapanpun

Ir. : Kesungguhanmu membakar semangat ini

Fat : Terimakasih, segera jemput kemerdekaan!

Ir. : (melihat jam dinding dengan ragu-ragu)
Bung! sampai kapan penjajah menginjak-injak ibu pertiwi? kesungguhan para pahlawan pendahulu kami sudah memperjuangkan ini semua dengan khusyuk. Bung! dengan segala hormat, segera proklamirkan kemerdekaan didepan jam dinding kamarmu, dunia sudah menunggu. Matahari akan segera terbit besok pagi.

Ir. : Fat, maafkan aku.

Fat : Ada apa? Indonesia menunggumu

Ir. : Saya tahu

Fat : Jam dinding itu sudah tua

Ir : Karenanya ia mempertimbangkan banyak hal

Fat : Iya

Ir. : Para pemuda menempatkanku di Rengas Dengklok ini karena keseriusan mereka untuk ibu pertiwi

Fat : Mereka bukan bermaksud menculik kita berdua

Ir. : Saya tahu itu

Fat : Aku mencintaimu, bung! (berkaca-kaca)

Ir. : Besok kemerdekaan akan ku jemput!

Fat : (duduk diatas kursi, jam dinding diletakkan dibawah kursi)
Suara deru mesin jahit, suara Fatmawati menjahit kain putih dan merah.

Ir. : Bendera ini akan kukibarkan diatas tanah ini!

Fat : Akan kujahit kain merah dan putih ini dengan jarum kebahagiaan

Ir. : Aku tak akan melukaimu, Fat!
Peristiwa pengibaran bendera merah putih

Ir. : Aku akan menikah dengan Hartini

Fat : (Lari terbirit-birit menuju kamar Inggit)

Inggit : (Melihat air mata kebahagiaan dari Fatmawati)

Fat : Memiliki Bung Karno, Aku memeluk Indonesia

Inggit : (mengambil jam dinding)

Fat : Bung Karno mencintai rembulan Indonesia yang lain (tersenyum)

Inggit : Iya. (tersenyum)

Selesai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s