Sarapan Lebih Penting dari Salat Id

Oleh: Syahrul Ramadhan Idul Fitri, hari besar umat Islam. Pada hari itu para muslim saling berucap maaf dan "sama-sama". Kepada para tetangga dan kerabat, ditebar senyum keramahan penghapus dosa. Rumah-rumah dipersiapkan sedemikian rupa sekiranya layak menerima tamu, segala jenis tamu. Sebelumnya, para perindu kampung halaman telah berbondong-bondong pulang ke kampung halaman dengan tujuan mulia, silaturrahmi. … Lanjutkan membaca Sarapan Lebih Penting dari Salat Id

Gegara Kopi

Oleh: Nur Rifqi Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Dari setiap tiga orang di dunia, salah satunya adalah peminum kopi. Kopi memang nikmat diminum di pagi hari maupun malam hari ketika dilanda pekerjaan yang menumpuk. Sebagai salah satu komoditas dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara, kopi terus berkembang hingga menjadi … Lanjutkan membaca Gegara Kopi

Apaan Sih?!

Oleh: Arif Furqon Sebagai orang yang sehat kita harus senantiasa bersyukur. Sebagai orang yang sakit kita harus tetap bersyukur. Tatkala kita bukan lagi orang, di situ kita bebas untuk tidak lagi bersyukur. Meski mungkin dewasa ini hampir semua tanggal di kalender kita anggap merah sebagai peringatan hari kebalikan. Yang sakit banyak mengeluh dan yang sehat … Lanjutkan membaca Apaan Sih?!

Identitas yang Mulai Tersisihkan

Oleh : Muhammad Masnun Indonesia sejak dulu memang dikenal dengan gotong-royong dan kebersamaan. Kegiatan yang ada seringkali melibatkan kerjasama antar individu. Begitu pula dalam menyelesaikan suatu masalah, mereka selalu bermusyawarah dan mengutamakan keadilan. Dalam seminggu sekali sudah biasa bergotong-royong untuk membersihkan dusun/RT dan ronda malam secara bergantian setiap hari. Berkumpul bukan hanya soal materi, tetapi … Lanjutkan membaca Identitas yang Mulai Tersisihkan

Di Tengah Kebobrokan

Oleh: Arif Furqon Tidak asing istilah pengkhianatan terdengar olehku. Beberapa kali disampaikan dengan bisikan yang penuh tekanan, dilain waktu melalui teriakan, bahkan umpatan yang menggelegar. Sungguh kata mujarab untuk mendiskreditkan dan mengintimidasi. Memperjelas garis-garis kaku permusuhan dan kebencian. Kepedulian telah terkikis habis dihadapannya. Aku, yang hanya cuilan debu diantara entah berapa jumlah debu, masih bisa … Lanjutkan membaca Di Tengah Kebobrokan